Penulis : Tommy Qribsss
MINUT,Sumberedaksi– Rumah Sakit (RS) Hermana Lembean didirikan dari buah kerja keras warga dan suster, serta dinamai “Hermana” untuk menghormati pimpinan JMJ pusat di Belanda.
Berdiri sejak Indonesia belum merdeka, atau tepatnya pada 28 Febuari 1940 di Desa Lembean, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara oleh tarekat JMJ (Societas Jesus Maria Joseph) atas prakarsa Moeder Aldegonda yang membeli tanah tahun 1925,

Sedikit melihat kebelakang RS Hermana Lembean ini sempat mengalami masa sulit akibat Perang Dunia II dan pemberontakan Permesta, namun tetap menjadi pelayanan kesehatan penting di wilayah tanah Tonsea yang dikelola para suster JMJ.

Dan RS Lembean terus mempetahankan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang dirawat di rumah sakit yang dikenal luas masyarakat karna kebersihan dan keramahan petugas medisnya.
Untuk itu RS Lembean menghadirkan fasilitas rawat inap yang baru, dan belum lama ini diresmikan.

Direktur Rumah Sakit Hermana Lembean dr. Juriko Peter Pandean, MARS, Sp.KKLP, saat peresemian mengucapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh Tuhan serta apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Dewan Pimpinan Provinsi Manado, Komisaris dan Direktur RS Hermana Lembean, serta seluruh tenaga medis hingga mitra rumah sakit yang terus mendukung kemajuan layanan kesehatan di daerah.
Ia menjelaskan bahwa nama gedung baru ini adalah Santo Camirus, pelindung yang telah hadir sejak tahun 1930, yang melambangkan semangat dan dedikasi untuk melayani pasien dengan sepenuh hati.

“Gedung rawat inap baru ini terdiri atas 13 ruangan dengan kapasitas total 54 tempat tidur, menambah fasilitas Rumah Sakit Hermana Lembean yang memiliki 150 tempat tidur secara keseluruhan. Penambahan ini penting mengingat tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Minahasa Utara, khususnya di daerah sekitarnya yang sebelumnya masih terkendala fasilitas medis yang memadai. Misi utama pengelola rumah sakit adalah memberikan pelayanan kesehatan yang menjangkau dan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar dr. Pandean.
Lebih lanjut, dr. Juriko Peter Pandean menegaskan bahwa, sinergitas antara pemerintah daerah dan pengelola rumah sakit, akan terus digalang agar program-program kesehatan dapat berjalan efektif dan masyarakat Minahasa Utara khususnya dapat menikmati akses layanan medis yang semakin berkualitas dan terjangkau.
“Pihak rumah sakit juga menyampaikan terima kasih atas dukungan serta kehadiran pejabat pemerintahan dan pengurus kongregasi yang selama ini telah memberikan izin dan dorongan bagi pengembangan fasilitas pelayanan sehat ini. Gedung baru sebelumnya difungsikan sebagai tempat tinggal komunitas para suster dan kini dialihkan untuk kepentingan pasien, menguatkan misi kongregasi yang telah berusia hampir 230 tahun di Indonesia dan tetap konsisten dalam pelayanan sosial dan kesehatan,” sambungnya.

Direktur RS Hermana Lembean juga secara khusus menyampaikan harapannya agar fasilitas baru ini dapat mendorong peningkatan pelayanan rumah sakit yang ada di Sulawesi Utara, tidak hanya di Minahasa Utara namun juga di daerah lain seperti Bitung, Langowan, dan Minahasa Selatan, demi menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Peresmian gedung rawat inap baru ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam menyediakan layanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas. Kami akan terus bekerja sama dengan rumah sakit dan pemangku kepentingan lainnya agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan terbaik yang layak mereka dapatkan,” Kata dr.Pandean.
Sementara itu Assisten Dua Pemkab Minut dalam Pernyataannya mengatakan, “Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung Rawat Inap Baru RS Hermana Lembean. Peresmian fasilitas ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah kita,” kata Parengkuan.
Kami percaya dengan bertambahnya kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai, RS Hermana Lembean dapat memberikan layanan yang lebih optimal, semakin dekat dengan masyarakat, serta mendukung peningkatan derajat kesehatan warga Minahasa Utara secara berkesinambungan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pengelola rumah sakit dan semua pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
“Semoga gedung baru yang diberi nama Santo Camirus ini tidak hanya menjadi simbol dedikasi dan semangat melayani, tetapi juga menjadi wadah pelayanan kesehatan yang terbaik bagi seluruh masyarakat di Minahasa Utara dan sekitarnya. Mari kita jaga dan manfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya demi masa depan kesehatan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” harap Parengkuan. (Tommy)