Beranda Manado Waduh..! Lagi-Lagi Terjadi Kejadian Dugaan Perundungan dan Diskriminasi di Lingkup PPDS OBSGIN Unsrat Manado

Waduh..! Lagi-Lagi Terjadi Kejadian Dugaan Perundungan dan Diskriminasi di Lingkup PPDS OBSGIN Unsrat Manado

0
Waduh..! Lagi-Lagi Terjadi Kejadian Dugaan Perundungan dan Diskriminasi di Lingkup PPDS OBSGIN Unsrat Manado

Penulis : Sumberedaksi.com

MANADO,Sumberedaksi– Isu dugaan perundungan dan diskriminasi di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obsgin) atau OBGYN Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mencuat setelah beredarnya pesan berantai dan unggahan kisah seorang peserta didik junior di media sosial belum lama ini.

Dalam pesan tersebut, seorang peserta PPDS semester pertama disebut mengalami persoalan
setelah percakapan dengan rekannya dari program pendidikan dokter spesialis lain direkam oleh seorang
bidan.

Rekaman itu diklaim kemudian diserahkan
kepada Ketua Program Studi (KPS) dan staf pengajar. Junior tersebut disebut-sebut dituduh sebagai pihak
yang melaporkan persoalan sebelumnya kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Setelah kejadian
itu, ia diklaim mengalami perlakuan diskriminatif bersama rekan satu angkatannya.

Pesan yang beredar juga menyebut adanya dugaan perlakuan tidak menyenangkan dari senior. Situasi tersebut dikabarkan berlanjut hingga pihak program
studi meminta klarifikasi kepada peserta didik yang bersangkutan. Kini, junior tersebut disebut sudah tidak masuk dan
dikabarkan mengundurkan diri. Namun, status pengunduran diri serta alasan di baliknya masih perlu
dikonfirmasi.

Jika benar terjadi, dugaan perundungan dan diskriminasi di lingkungan pendidikan dokter spesialis perlu mendapat perhatian serius. Lingkungan pendidikan seharusnya menjunjung tinggi profesionalisme, etika, dan perlindungan terhadap
peserta didik.

Hingga berita ini ditulis, kronologi dalam pesan tersebut belum terverifikasi secara independen. Belum ada keterangan resmi yang dapat dipastikan dari pihak
Unsrat maupun Kemenkes terkait dugaan tersebut. Publik kini menantikan klarifikasi agar persoalan ini dapat terungkap secara objektif dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak. (Baser)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini