Penulis : Tommy Qribsss
MINUT,Sumberedaksi– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh masyarakat Tionghoa yang merayakan. Hal ini sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pemkab Minut dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama serta memperkuat persatuan dalam keberagaman.
Ucapan tersebut disampaikan oleh Bupati Minut Joune Ganda, SE.MAP.MM.MSi dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577/2026 kepada seluruh saudara kita merayakan. Semoga tahun yang baru ini membawa kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Bupati Joune Ganda.
Bupati Joune Ganda menegaskan jajaran Pemkab Minut selama itu menjaga dan terus memupuk toleransi antar umat beragama dan dengan saling menghormati.

Dia meyakini Tolenransi jadi modal sosial yang strategis dan fondasi penting dalam menjaga kondusivitas daerah. “Semangat gotong rotong dan Toleransi antar umat beragama dan masyarakat yang terbangun indah ini harus terus kita rawat bersama. Inilah yang menjadi salah satu modal utama kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat serta keamanan di Minahasa Utara,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Minut menjadikan semangat Tahun Baru Imlek sebagai energi positif dalam bekerja, berkarya, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kehidupan bermasyarakat dan beragama.
Menurutnya, perayaan Imlek bukan sekadar tradisi budaya dan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Minahasa Utara.
Khusus bagi umat Tionghoa,kirannya perayaan Imlek tahun ini dijadikan motivasi dan media untuk turut berkontribusi mendukung program pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Minut.
Joune Ganda berharap semoga perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi masyarakat yang merayakan serta semakin memperkuat persatuan dan kebersamaan di Kabupaten Minahasa Utara.
“Selebrasi Imlek hendaknya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan toleransi antarumat beragama, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas bumi Tonsea,” tukas Joune Ganda sambil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perayaan Imlek sebagai sarana mempererat hubungan sosial lintas suku, agama, dan budaya, guna terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, harmonis dan bersatu. (Tommy)