Penulis : Tommy Qribsss
MINUT,Sumberedaksi– Bupati Minahasa Utara (Minut) Dr. Joune James Esau Ganda, SE. MAP, MM, MSi mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman cuaca ekstrem El Nino yang diperkirakan terjadi sampai akhir tahun.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk langkah preventif guna meminimalisir risiko kebakaran yang kerap melanda wilayah Gunung kaki klabat Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rabu (30/09/2026).
Menurut Joune Ganda, kondisi cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan suhu panas yang meningkat, menjadi faktor utama yang dapat memicu terjadinya karhutla. “Oleh karena itu, pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” ujarnya.
Laniutnya, Dari sejak kejadian-kejadian yang terjadi di Minahasa Utara tahap awal langsung saya tetapkan status siaga darurat bencana, dan setelah kami mengevaluasi siaga darurat bencana selama empat belas hari ternyata titik-titik atau spot-spot api yang muncul semakin banyak, satu hari bisa lebih dari sepuluh titik api, nahh melihat potensi dan kecederungan saya langsung melakukan rapat menetapkan status dari siaga menjadi tangap darurat bencana.
“Kami juga menghadirkan stakeholder-stakeholder, BMKG termasuk didalamnya, bagaimana presdiksi dari BMKG sampai akhir tahun dan mungkin awal tahun depan kita belum ada hujan, walaupun kita selalu berdoa agar hujan ini agar cepat turun, atas dasar inforasi tersebut maka kita harus ambil langka cepat yaitu dengan menetapkan tangap darurat bencana yang kami tetapkan 14 hari, setelah kita lihat memang apinya tidak redah-redah atau tidak berkurang kemudian kita perpanjang lagi terkait tangap darurat bencana di Minahasa Utara selama empat belas hari,” bebernya.
Ditambahkan, Kami terus memantau bagaimana kejadian-kejadian kebakaran yang sekarang ini sudah mulai terjadi di wilayah yang sangat sensitif yang sangat saya takutkan adalah kaki Gunung Klabat, karena kita tau bersama bahwa di kaki Gunung Klabat ini sudah banyak perumahan-perumahan, dan ini yang menjadi kekawatiran saya, takutnya ini bisa juga merembet ke area perumahan,” tegasnya.
Langkah mitigas yang kita lakukan adalah seluruh stakeholder yang ada, terima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakran dan semua yang sudah membantu kami untuk bisa menjaga agar api itu tidak ke pemukiman warga.
“Memang kami akui bahwa kami belum mampu memadamkan api yang ada di kaki Gunung atau sudah masuk ke area hutan, karena peralatan dan kemampuan tenaga kita masih belum mampu, jadi kami ambil langkah menyurat ke instansi-instansi terkait sampai ditujukan ke BNPB pusat agar menjadi atensi, harapan kami agar bisa membantu kami disini, mudah-mudahan dari pusat bisa memberikan peralatan-peralatan mereka yang lebih lengkap dan banyak sehinga ini bisa lebih teredam,” harap Bupati JG.
Malanjutkan, Saya juga mendapat laporan terpantau memang titik-titik api kemarin ada beberapa yang sudah besar dan juga berkurang, tapi mucul titik-titik api baru karena angin yang begitu kencang, dan akibat cuaca yang begitu panas sehinga Mengakibatkan rumput bahkan dahan-dahan pohon menjadi kering dan sangat mudah terbatar, kira-kira itu perkembanganya dan saya terus memantau dan terus memberikan instrusi untuk bagaimana kita malakukan penanganan kebakaran ini.
“Semoga juga, saya menghimbau kepada seluruh masyarkat yang ada di Kabupaten Minahasa Utara harus juga ikut membantu kami pemerintah, karena saya juga sudah beberapa kali memberikan himbauan jangan gampang membakar lahan atau perkebunan yang ada takutnya akan ada lagi titik-titik api baru yang di bawah embusan angin mengena rumput kering,” tutupnya. (Tommy)